Maria Elisa Hospita
12 Juni 2019•Update: 13 Juni 2019
Cansu Dikme
KHARTOUM, Sudan
Koalisi Kebebasan dan Perubahan yang dipimpin oposisi Sudan pada Selasa menghentikan unjuk rasa nasional yang telah berlangsung selama tiga hari.
Dalam sebuah pernyataan, koalisi mengatakan bahwa aksi itu akan dihentikan hingga batas waktu yang tak ditentukan untuk konsultasi dan pengaturan pasukan lebih lanjut.
"Setelah berkonsultasi dengan para pemimpin asosiasi dari berbagai sektor yang terlibat dalam aksi protes, termasuk bank, rumah sakit, penerbangan, dan sektor layanan lainnya, kami memastikan bahwa aksi protes berhasil mencapai tujuannya dengan mengirim pesan yang kuat untuk dewan militer," kata koalisi.
"Namun, kami memutuskan untuk menunda unjuk rasa untuk sementara waktu untuk konsultasi dan pengaturan lebih lanjut di antara pasukan dan sekutu kami," tegas mereka.
Sementara itu, Mahmoud Dirir, diplomat Ethiopia di Sudan, mengatakan bahwa Dewan Transisi Militer (TMC) yang berkuasa dan oposisi Sudan sepakat untuk melanjutkan perundingan.
Pada Minggu, demonstran memulai unjuk rasa setelah koalisi Kebebasan dan Perubahan menyerukan unjuk rasa nasional untuk memprotes kematian para demonstran dan untuk menekan TMC agar menyerahkan kekuasaan ke otoritas sipil.
Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya 118 orang tewas karena bentrokan dengan pasukan pemerintah yang berusaha menghentikan unjuk rasa dan membubarkan massa.