Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Juni 2019•Update: 25 Juni 2019
Hussein Kabani
MUSCAT
Oman membantah laporan media yang mengatakan bahwa Muscat menyampaikan pesan AS kepada Iran setelah jatuhnya pesawat mata-mata Washington oleh pertahanan militer Iran pekan lalu.
Kantor berita Oman ONA pada Senin mengutip pernyataan dari kementerian luar negeri, yang menegaskan bahwa laporan itu tidak benar.
"Sementara Kesultanan mengikuti perkembangan saat ini di wilayah tersebut dengan penuh minat dan berharap pihak Iran dan AS menahan diri dan menyelesaikan masalah luar biasa di antara mereka melalui dialog, Oman menegaskan kekeliruan dari apa yang telah diberitakan melalui media tentang peran kesultanan dalam menyampaikan pesan AS kepada pemerintah Iran mengenai insiden penjatuhan pesawat AS pada 20 Juni 2019," kata pernyataan itu.
Teheran mengklaim bahwa pesawat tanpa awak itu melanggar wilayah udaranya, sementara Washington bersikeras bahwa itu adalah wilayah udara internasional.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Trump menarik diri dari perjanjian nuklir antara Teheran dan kelompok negara-negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
Pemerintahan Trump terus mengupayakan langkah-langkah diplomatik untuk membatalkan perjanjian, termasuk penerapan kembali sanksi AS terhadap minyak Iran, yang mulai berlaku penuh bulan lalu.