Aydoğan Kalabalık
KAIRO
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab mengutuk keras serangan Israel di Gaza.
Melalui pernyataan tertulis, OKI mengutuk dengan keras serangan-serangan Israel yang menargetkan warga sipil di Gaza.
OKI mendesak Israel untuk menghentikan serangan yang sadis itu.
Sekertaris Jenderal OKI Yusuf Al Othaimeen menekankan bahwa Israel bertanggung jawab atas serangan militer yang dilakukan tentaranya terhadap penduduk Gaza.
Liga Arab juga mengutuk serangan-serangan Israel di Gaza tersebut serta melimpahkan seluruh tanggungjawab kepada pemerintah Israel.
Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Saeed Abu Ali menekankan masyarakat internasional memiliki tugas menjamin keamanan rakyat Palestina.
OKI dan Liga Arab sama-sama mendesak masyarakat internasional untuk ikut mendesak Israel untuk menghentikan serangan-serangan tersebut.
Di sisi lain, Persatuan Wartawan Palestina di Turki mengutuk keras serangan Israel yang menargetkan para jurnalis yang bekerja di Gaza.
“Penyerangan terhadap gedung stasiun televisi dan radio Al Aqsa oleh pesawat tempur Israel merupakan kejahatan yang tak dapat diterima,” ungkap Persatuan Wartawan Palestina itu.
--Ketegangan di Jalur Gaza dipicu peristiwa pengintaian oleh pasukan Israel
Pada hari Minggu kemarin sekelompok pasukan Israel menyelinap memasuki hingga 3 km ke dalam wilayah Gaza dengan mobil sipil.
Pasukan Hamas yang menyadari aksi penyelinapan tentara Israel itu berusaha menghadang mereka sehingga muncul bentrokan yang menewaskan 7 orang Palestina dan satu tentara Israel.
Sehari setelah insiden itu, kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Gaza melancarkan serangan roket ke wilayah perbatasan Israel yang mengakibatkan satu tentara Israel terluka parah.
Kelompok-kelompok Palestina itu mengaku telah melancarkan serangan ke arah bus militer Israel itu sebagai balasan atas 7 orang Palestina yang terbunuh oleh pasukan Israel yang menyelinap ke wilayah Gaza.
Setelah itu, Israel terus-menerus menghantam Gaza dengan serangan udara, sementara kelompok-kelompok Palestina di Gaza menanggapinya dengan serangan roket.