Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Desember 2018•Update: 18 Desember 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS Nigeria
Presiden Nigeria pada Senin menyatakan keprihatinan atas peran yang dimainkan Amnesty International dalam operasi kontra-pemberontakan di negara yang dipimpinnya.
Ini merupakan peringatan pertama dari presiden kepada pengawas hak asasi manusia itu.
"Seringkali terlihat, pemerintah Nigeria seperti sedang berperang melawan dua teror: melawan Boko Haram dan melawan Amnesty International," kata sebuah pernyataan dari kantor Muhammadu Buhari.
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah tentara Nigeria mengecam lembaga hak asasi manusia itu atas dugaan menyatakan kebohongan tentang badan-badan keamanan di negara itu.
Menanggapi laporan pada Senin, yang menuduh badan-badan keamanan hanya menyaksikan sementara krisis terus memburuk, tentara mengancam akan menutup kantor Amnesty International karena dianggap bias.
Buhari tampaknya setuju dengan sentimen tentara, mengatakan bahwa lembaga pengawas hak itu tampaknya bertekad menjatuhkan moral pasukan keamanan.
"Bias yang jelas dan ketidakakuratan dalam laporan Amnesty International baru-baru ini tentang Nigeria membahayakan reputasi mereka sebagai organisasi internasional yang tidak memihak," kata pernyataan itu.
Presiden Buhari mendesak pimpinan Amnesty International untuk meneliti advokasinya di Nigeria, terutama yang berkaitan dengan perang melawan terorisme.
Pekan lalu, Amnesty International meminta Pengadilan Pidana Internasional untuk menyelidiki pemerintah Nigeria atas dugaan kegagalan untuk mengadili komandan tentara yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia dalam perang melawan Boko Haram.
Lembaga itu mengatakan pengadilan massal yang dilakukan baru-baru ini terhadap beberapa tersangka Boko Haram tidak memenuhi standar internasional.
Pengawas hak asasi itu juga mengklaim bahwa tidak ada upaya tulus yang dilakukan untuk mengadili komandan Boko Haram yang telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.