Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
07 Januari 2020•Update: 07 Januari 2020
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negara itu seharusnya tidak diseret ke dalam konflik antara AS dan Iran, lansir media lokal, Senin.
Saat memimpin rapat kabinet keamanan, Netanyahu mengatakan pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani dilakukan oleh AS dan menekankan bahwa negaranya tidak terlibat.
Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam, bersama Abu Mahdi al-Muhandis, komandan senior pasukan Hashd al-Shaabi Irak, dan delapan orang lainnya terbunuh ketika sebuah drone AS menyerang konvoi mereka di dekat bandara Baghdad Jumat pagi.
Netanyahu juga mendesak para menterinya untuk menegaskan kembali dukungan Israel terhadap hak Amerika untuk membela diri ketika berbicara kepada media.
Menurut laporan Channel 13, selama pertemuan tersebut, para pejabat tinggi intelijen Israel meyakinkan para menteri bahwa kemungkinan serangan balasan oleh Iran terhadap Israel rendah karena negara itu tetap menjaga jarak dengan insiden itu.
Pembunuhan Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Iran berjanji akan membalas dendam atas pembunuhan Soleimani dan mengumumkan pada Minggu bahwa mereka akan berhenti mematuhi perjanjian nuklir 2015.
Trump kemudian mengancam akan menargetkan situs budaya di Iran.
Sampai saat ini Trump belum membuka kepada publik data-data intelijen yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembunuhan terhadap Soleimani.