Iqbal Musyaffa
24 Maret 2020•Update: 25 Maret 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan negara-negara anggota G20 telah bertemu secara virtual untuk membahas penyebaran Covid-19 yang sebarannya semakin meluas di Amerika Serikat dan juga Eropa seperti Italia, Perancis, Inggris, dan Jerman.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertemuan tersebut melibatkan menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara G20, termasuk IMF, Bank Dunia, OECD, dan lembaga internasional lainnya untuk membahas lima fokus utama.
“Pertama adalah terkait upaya seluruh pemerintah negara-negara G20 untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penanganan Covid-19 dari aspek kemanusiaan,” ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa.
Dia menambahkan perlu ada gabungan aksi (joint action) dari aspek kemanusiaan dan kesehatan agar pamdemik ini bisa diatasi dengan baik.
“Negara-negara perlu melakukan protokol pencegahan dan kerja sama dalam penyediaan informasi, alat-alat kesehatan, dan obat-obatan,” lanjut Perry.
Kemudian fokus kedua adalah pada kebijakan fiskal dan moneter serta sektor keuangan yang perlu dilakukan secara global, melalui kewenangan masing-masing negara.
“Seluruh negara diminta menyediakan stimulus fiskal yang besar dalam mengatasi dampak dari Covid-19 terhadap ekonomi, khususnya kepada masyarakat, UMKM, maupun dunia usaha,” kata Perry.
Perry menjelaskan bahwa G20 fokus pada upaya mengatasi beban masyarakat termasuk pada sektor UMKM dan perusahaan melalui stimulus fiskal yang sesuai dengan ketentuan di masing-masing negara.
“Bank sentral juga melakukan langkah-langkah bersama mengatasi dampak Covid-19 termasuk juga mengatasi kepanikan pasar keuangan global, tidak hanya mengatasinya dengan penurunan suku bunga, tapi juga menambah injeksi likuiditas lebih besar di pasar keuangan dan perbankan,” jelas Perry.
Bank sentral juga diminta untuk mengurangi beban bagi perbankan maupun sektor keuangan dalam pembiayaan ekonomi, khususnya bagi korporasi, UMKM, dan masyarakat melalui koordinasi bersama OJK di masing-masing negara.
“Itu yang terus dilakukan. Semua komitmen dari berbagai negara untuk melakukan koordinasi baik secara nasional fiskal, moneter, maupun sektor keuangan demikian juga koordinasi antar negara,” tambah dia.
Kemudian fokus ketiga G20 adalah pada upaya lembaga-lembaga internasional, seperti Bank Dunia, IMF, maupun lembaga-lembaga keuangan internasional lain untuk mengatasi keketatan likuiditas dolar secara global.
“IMF merencanankan akan special drawing right, demikian juga menyediakan swap line kepada seluruh negara, karena ini masalah di global, tanpa persyaratan apapun,” urai Perry.
Kemudian fokus keempat pada upaya Bank Dunia meningkatkan pendanaan kepada negara-negara, khususnya negara emerging dan juga negara berkembang untuk mengatasi berbagai program baik kesehatan maupun juga untuk UMKM dan masyarakat luas.
“Tentu saja ini akan terus ditindaklanjuti oleh lembaga-lembaga internasional tadi,” ujar Perry.
Lalu Perry menjelaskan fokus kelima G20 yakni untuk menjadwalkan pertemuan kembali pada pekan depan melalui video conference agar langkah-langkah secara global baik dari aspek kesehatan dan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, serta sektor keuangan dari lembaga-lembaga internasional dengan membuat global joint collective action untuk mengatasi dampak penyebaran virus korona.