Dunia

NATO akan bertindak jika Rusia gagal kembali ke perjanjian INF

Sekutu mendesak Moskow untuk kembali tertib Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF), kata kepala NATO

Hayati Nupus   | 06.07.2019
NATO akan bertindak jika Rusia gagal kembali ke perjanjian INF Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. (Foto file-Anadolu Agency)

Ankara

Diyar Guldogan

ANKARA 

NATO akan bertindak jika Rusia kembali tak mematuhi Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF), ujar Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg pada Jumat.

“Jika perjanjian itu tak digubris, jika Rusia kembali tak patuh maka NATO akan menanggapi.

“Kami akan menanggapi dengan cara serikat, terkoordinasi, defensif dan kami juga telah menyatakan bahwa kami tak berencana, tak memiliki niat untuk mengerahkan rudal nuklir di Eropa. Kami tak akan mencerminkan apa yang dilakukan Rusia,” kata Stoltenberg kepada wartawan setelah Pertemuan Dewan-Rusia NATO di Brussels.

Pertemuan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu meneken RUU yang menangguhkan Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan AS.

Pada 2 Februari, AS memulai proses penarikan diri dari Perjanjian INF, yang akan rampung dalam enam bulan, kecuali Rusia tertib untuk menghancurkan semua misil, peluncur dan peralatan terkait yang dilarang.

Stoltenberg mengatakan bahwa perjanjian itu akan berlanjut jika Rusia kembali pada kepatuhan dan masih ada empat pekan sebelum tenggat waktu 2 Agustus.

Dia menambahkan bahwa perjanjian INF adalah “pijakan” untuk keamanan.

“Diskusi kami terang-terangan tapi penting. Sekutu dan Rusia memiliki pandangan berbeda secara fundamental tapi kami berkomitmen untuk melanjutkan dialog,” kata Stoltenberg.

Perjanjian INF secara luas dilihat sebagai pijakan keamanan Eropa pada era pasca Perang Dingin, setelah AS dan Rusia menekennya pada 1987.

Perjanjian tersebut melarang kedua negara memiliki dan menguji peluncuran nuklir dengan jangkauan antara 300-3.100 mil.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.