Hayati Nupus
30 April 2019•Update: 30 April 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM
Dewan militer Sudan dan aliansi oposisi Perubahan dan Kebebasan gagal mencapai kemajuan setelah tiga hari bernegosiasi dalam pembicaraan soal transisi.
Pembicaraan dimulai dengan membahas pengaturan transisi setelah Presiden Omer Al-Bashir digulingkan awal bulan ini.
Juru bicara militer Shams Aldin Kabashi mengatakan dalam konferensi pers bahwa kedua pihak akan melanjutkan pembicaraan dalam beberapa hari mendatang, meski ada perselisihan soal persentase kursi di dewan transisi.
“Oposisi telah mengajukan proposal komposisi berisikan delapan kursi untuk warga sipil dan tujuh militer, namun sebagai dewan militer kami meminta tujuh kursi untuk militer dan tiga warga sipil,” kata Kabashi.
“Kami memperjelas bahwa kedaulatan negara seharusnya berada di tangan militer dan seluruh kabinet dapat menjadi otoritas sipil, namun oposisi berubah pikiran dan kami menunggu mereka untuk datang dengan proposal detail pada pertemuan berikutnya,” tambah dia.
Ada beberapa kemajuan dalam perundingan karena Kabashi mengatakan kedua belah pihak sepakat bahwa jalan utama menuju lapangan di depan markas tentara akan dibuka. Jalan-jalan itu digunakan para demonstran untuk mengatur aksi protes.
Aliansi sejauh ini belum mengomentari pernyataan Kabashi.