Militer AS klaim tewaskan 4 orang dalam operasi penyelundup narkotika di Pasifik Timur
Militer AS mengklaim informasi intelijen menunjukkan kapal tersebut “membawa narkotika ilegal” dan melintas di jalur yang dikenal sebagai rute penyelundupan narkotika di Pasifik Timur
ISTANBUL
Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya telah membunuh empat pria dalam serangan terhadap kapal yang diduga mengangkut narkotika di Pasifik Timur. Militer AS menyebut kapal tersebut dioperasikan organisasi yang mereka tetapkan sebagai kelompok teroris dan digunakan untuk penyelundupan narkotika.
Komando Selatan AS (US Southern Command) mengumumkan operasi itu melalui platform X pada Kamis. Dalam pernyataannya, US Southern Command mengatakan tindakan tersebut dilakukan atas perintah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Militer AS mengklaim informasi intelijen menunjukkan kapal tersebut “membawa narkotika ilegal” dan melintas di jalur yang dikenal sebagai rute penyelundupan narkotika di Pasifik Timur. Dalam operasi itu, “empat pria” di atas kapal tewas. Pihak AS menyebut mereka sebagai “narco-terrorists”.
Menurut pernyataan tersebut, sejak September AS telah melakukan sedikitnya 22 serangan di Laut Karibia dan Pasifik Timur terhadap kapal-kapal yang dicurigai mengangkut narkotika. Total orang yang tewas dalam rangkaian operasi tersebut disebut mencapai sedikitnya 87 orang.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah pembahasan mengenai dugaan bahwa Hegseth memerintahkan pembunuhan terhadap penyintas dalam serangan lanjutan pada kapal yang diduga terkait narkotika di Laut Karibia pada September, yang dibantah oleh pemerintah AS.
Gedung Putih mengonfirmasi adanya serangan kedua, namun membantah tuduhan bahwa Hegseth memerintahkan pembunuhan terhadap penyintas.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Hegseth memberi otorisasi kepada Komandan US Special Operations Command, Laksamana Frank Bradley, untuk melakukan serangan pada 2 September, dan mengarahkan keterlibatan kedua, yang disebutnya dilakukan dalam kewenangan serta sesuai hukum.
Dalam beberapa bulan terakhir, AS juga dilaporkan memperluas operasi militernya di kawasan Amerika Latin, termasuk mengerahkan Marinir, kapal perang, pesawat tempur, pembom, kapal selam, dan drone.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
