Megiza Soeharto Asmail
30 April 2018•Update: 30 April 2018
Hussein Qabani
KAIRO
Mesir pada hari Minggu menyerukan solusi politik untuk konflik di Yaman yang dilanda perang.
"Tidak ada solusi militer untuk krisis Yaman," Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Soukry mengatakan usai pembicaraan dengan mitranya dari Yaman, Abdel Malek Al-Mekhlafi, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Mesir.
Soukry menggarisbawahi pentingnya mencapai solusi politik terhadap krisis di Yaman saat ini.
Pembicaraan antara kedua menteri juga membahas perkembangan politik dan 'keseimbangan kekuatan di arena Yaman'.
Shoukry mengatakan Mesir siap untuk "memberikan dukungan politik untuk upaya yang bertujuan mencapai perdamaian dan mencapai solusi politik dari krisis serta upaya mediasi PBB".
Yaman jatuh ke dalam perang sipil pada tahun 2014 silam ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa, hingga memaksa pemerintah Yaman - yang juga didukung Saudi - mendirikan ibu kota sementara di Aden.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab - yang menuduh kaum Houthi sebagai wakil Iran - meluncurkan kampanye militer besar-besaran yang bertujuan untuk mengembalikan kejayaan Houthi.