Yassine Aydi
11 Mei 2021•Update: 11 Mei 2021
Yassine Aydi
ANKARA
Pemerintah Mesir pada Senin mengutuk serangan pasukan Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyampaikan mereka mengutuk serangan terhadap jamaah Palestina dan penggusuran mereka dari Masjid Al-Aqsa, lapor harian lokal Akhbar el-Yom.
Kementerian juga meminta Israel untuk menghentikan kekerasan di Al-Aqsa dan berhenti menargetkan identitas Arab, Islam dan Kristen di Yerusalem dan situs-situs sucinya.
Setidaknya 305 orang terluka ketika polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Senin di Yerusalem Timur yang diduduki dan menyerang warga Palestina yang sedang berjaga-jaga untuk mencegah kemungkinan penyerbuan oleh ekstremis Yahudi.
Ketegangan memuncak di daerah Sheikh Jarrah sejak pekan lalu ketika pemukim Israel menyerbu daerah itu setelah pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina.
Warga Palestina yang melakukan aksi solidaritas dengan warga di Sheikh Jarrah menjadi sasaran pasukan Israel.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 - sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
* Bassel Barakat berkontribusi dari Ankara