Ayhan Simsek
08 Juli 2026•Update: 08 Juli 2026
Kanselir Jerman Friedrich Merz berharap KTT NATO di Ankara menjadi awal babak baru bagi aliansi dengan memperkuat kerja sama dan persatuan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
"Saya yakin, dari Ankara akan lahir semangat baru di dalam NATO yang membuat aliansi ini lebih kuat dan lebih bersatu," kata Merz kepada wartawan setibanya di lokasi KTT di Kompleks Kepresidenan Türkiye, Rabu.
Merz mengatakan negara-negara Eropa anggota NATO siap memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam bidang pertahanan. Menurutnya, mereka juga telah meningkatkan anggaran pertahanan secara signifikan untuk memenuhi target yang disepakati pada KTT NATO tahun 2025.
"Tahun lalu di Den Haag kami memutuskan untuk secara signifikan meningkatkan upaya pertahanan, dan kami telah mewujudkannya," ujarnya.
Ia menambahkan, para pemimpin NATO akan meninjau perkembangan tersebut dalam pertemuan bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin negara anggota lainnya.
"Kami akan menjadikan NATO lebih berorientasi pada Eropa sehingga tetap menjadi aliansi transatlantik," kata Merz.
Merz juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdoğan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT NATO selama dua hari di Ankara.
Menurutnya, pertemuan tersebut berlangsung di tengah upaya memperkuat hubungan antara sekutu Eropa dan Amerika Serikat setelah beberapa pekan terakhir diwarnai ketegangan terkait isu pertahanan dan kebijakan luar negeri.
Selain itu, Merz mengatakan para pemimpin NATO juga akan membahas kelanjutan dukungan bagi Ukraina.
Ia mengungkapkan negara-negara Eropa tengah menyiapkan inisiatif bersama yang berisi komitmen bantuan tahunan sebesar 70 miliar euro atau sekitar US$80 miliar bagi Ukraina untuk periode 2026–2027.
Meski demikian, Merz menegaskan Eropa tetap menginginkan penyelesaian diplomatik atas perang antara Rusia dan Ukraina. Namun, menurutnya, hal itu hanya dapat dicapai dengan meningkatkan tekanan terhadap Moskow.