23 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi menghubungi Menlu Amerika Serikat Rex Tillerson lewat telepon pada minggu malam untuk meminta Amerika Serikat mendesak Israel menghentikan pembatasan beribadah dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa.
Indonesia sangat khawatir dengan semakin memburuknya situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Tindak kekerasan oleh pihak keamanan Israel dalam beberapa waktu terakhir telah mengakibatkan 3 korban meninggal dan lebih dari seratus korban luka-luka.
Selain itu, Israel juga dianggap meningkatkan ketegangan setelah membatasi kegiatan beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Indonesia yang mengutuk meninggalnya 3 orang pemuda Palestina, menegaskan pentingnya agar segera diambil langkah agar eskalasi kekerasan dan ketegangan dapat dihentikan.
"Penurunan eskalasi penting sekali dilakukan untuk mencegah situasi semakin memburuk", lanjut Menlu Retno dalam keterangan pers.
Dalam pembicaraan telepon, Menlu AS menyampaikan kepada Menlu RI kekhawatiran yang sama terhadap situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Tillerson juga menyampaikan telah melakukan pembicaraan dengan Yordania , Palestina, dan Israel.
Menlu AS sepakat dengan Indonesia mengenai pentingnya mencegah meningkatnya eskalasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Ia juga menegaskan agar status quo terkait status kompleks Masjid Al-Aqsa penting untuk tetap dipelihara.
Selain dengan Menlu AS, Menlu RI telah juga telah lakukan komunikasi intensif dengan Menlu Yordania, Palestina, Turki, serta Sekjen OKI agar situasi di Kompleks Al Aqsa tidak memburuk dan kegiatan beribadah dapat segera dipulihkan.
Intensitas diplomasi Indonesia juga ditingkatkan di beberapa perwakilan, antara lain di Baku, Amman, Washington DC, dan New York guna mengirim pesan yang kuat dan menyampaikan posisi Indonesia mengenai situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa.