Muhammad Abdullah Azzam
07 Februari 2019•Update: 07 Februari 2019
Lokman İlhan
CARACAS (AA) - Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menerima kunjungan Veronique Lorenzo, Utusan Khusus dari Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini guna membahas krisis di negara tersebut.
Merlalui akun media sosialnya, Arreaza mengumumkan telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan Uni Eropa itu di gedung Kementerian Luar Negeri Casa Amarilla di ibu kota Caracas.
Arreaza mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan yang menarik dan panjang dengan Lorenzo beserta rombongannya.
Dia menambahkan bahwa pertemuan tersebut telah membahas perlunya menerapkan dialog nasional tanpa prasyarat yang sesuai dengan konstitusi dan realitas di Venezuela.
Pertemuan tersebut diadakan beberapa hari setelah sebagian besar negara anggota Uni Eropa mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.
Pertemuan itu juga bertujuan untuk mempromosikan proses politik damai di negara itu, selain mencari solusi demokratis untuk kebuntuan saat ini.
Pada 23 Januari, pemimpin Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido, mendeklarasikan dirinya sebagai presiden negara itu.
Pengumuman itu diikuti oleh pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang mengakui Guaido sebagai presiden sementara.
Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay pun kemudian mengikuti langkah AS.
Hampir 19 negara Eropa - termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman - juga bergabung dengan AS untuk mengakui Guaido.
Sementara itu, Bolivia dan Meksiko masih mengakui presiden terpilih Nicolas Maduro.
Rusia, China, Iran, dan Turki juga menyatakan dukungan kepada Maduro.
Ketegangan meningkat di Venezuela karena Maduro menolak seruan oposisi untuk mundur. Maduro menuding AS mengatur kudeta terhadap pemerintahannya.
AS telah memimpin kampanye internasional untuk memberlakukan tekanan ekonomi dan diplomatik pada Maduro, termasuk pemberian sanksi kepada perusahaan minyak milik negara.