Menlu Turkiye: Hamas tunjukkan niat positif untuk perdamaian Gaza permanen, Israel harus miliki sikap sama
‘Jalur Gaza adalah bagian dari Palestina; harus tetap demikian dan diperlakukan seperti itu,’ kata Hakan Fidan
ISTANBUL
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan mengatakan bahwa kelompok pejuang Hamas, menunjukkan kesediaan untuk mengambil langkah konstruktif guna memastikan gencatan senjata di Gaza menjadi permanen. Ia menegaskan bahwa Israel seharusnya memiliki pemahaman yang sama demi terciptanya perdamaian jangka panjang.
“Jalur Gaza adalah bagian dari Palestina; wilayah itu harus tetap demikian dan diperlakukan sebagai bagian dari Palestina,” ujar Fidan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty di Ankara, Rabu.
Perkuat Hubungan Ankara–Kairo
Fidan menyampaikan rasa senang atas kunjungan Abdelatty ke Turkiye dan menegaskan bahwa ia telah diterima langsung oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Ia menyebut hubungan antara kedua negara kini “mengalami kemajuan signifikan” berkat visi dan komitmen kuat para pemimpin mereka.
Pertemuan pertama High-Level Strategic Cooperation Council (HLSCC) pada 4 September 2024 disebut menjadi titik balik hubungan bilateral. Fidan menambahkan bahwa ia dan Abdelatty telah memimpin rapat pertama Joint Planning Group Turki–Mesir untuk membahas kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, energi, dan keamanan.
“Kami menargetkan agar seluruh kesepakatan siap ditandatangani pada pertemuan HLSCC kedua tahun depan,” ujarnya. Fidan juga menyoroti peningkatan perdagangan antara kedua negara sebesar 11% pada 2024, dengan total volume hampir mencapai 9 miliar dolar AS, dan menargetkan angka 15 miliar dolar AS dalam waktu dekat.
Kerja sama strategis juga akan diperluas di bidang transportasi, energi, dan hidrokarbon, termasuk peningkatan kerja sama militer dan keamanan melalui kunjungan timbal balik dan latihan bersama.
Bahas Isu Regional: Libya, Sudan, dan Suriah
Dalam pertemuan tersebut, kedua menlu turut membahas situasi di Libya, Sudan, dan Suriah.
Fidan menegaskan dukungan terhadap upaya rakyat Libya menuju stabilitas berkelanjutan, serta komitmen menjadikan Mediterania Timur sebagai kawasan damai dan sejahtera.
Mengenai Sudan, ia menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan bagi warga sipil, dan kelancaran akses bantuan kemanusiaan.
Sementara untuk Suriah, Fidan menyambut baik peningkatan posisi negara tersebut di kancah regional dan internasional, termasuk partisipasinya dalam koalisi anti-ISIS.
“Kunjungan Presiden Suriah Ahmed al-Shaara ke Washington merupakan perkembangan penting,” kata Fidan. “Kami mendukung visi Suriah yang bebas dari terorisme dan memiliki integritas wilayah yang utuh.”
Kontak Diplomatik Fidan di AS
Fidan juga mengungkapkan hasil pertemuannya di Amerika Serikat yang disebutnya “sangat produktif.” Ia menghadiri sebagian pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Suriah Ahmed al-Shaara mengenai kerja sama antara AS, Suriah, dan Turkiye untuk memperkuat stabilitas regional.
Ia menekankan pentingnya komitmen internasional untuk mendukung pemerintahan baru Suriah, memastikan stabilitas, dan menjamin kembalinya para pengungsi. Selain bertemu Trump, Fidan juga berdiskusi dengan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff dan Tom Barrack.
Koordinasi Turkiye–Mesir untuk Gaza dan Timur Tengah
Fidan menegaskan bahwa Turki dan Mesir terus bekerja sama secara erat sejak krisis Gaza pecah, termasuk dalam penyaluran bantuan kemanusiaan yang ia sebut sebagai “langkah bersejarah.”
Ia juga menyebutkan bahwa kedua negara tengah berupaya menghentikan genosida di Gaza melalui koordinasi di forum internasional seperti PBB, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
“Fokus utama kami adalah memperkuat solusi dua negara,” kata Fidan. “Kami selalu berdiri di pihak kebenaran, perdamaian, dan keadilan — dan kami akan terus bekerja sama dengan penuh semangat dan profesionalisme.”
Di akhir pernyataannya, Fidan juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya 19 personel militer Turki dalam kecelakaan pesawat di perbatasan Azerbaijan–Georgia, dan berterima kasih kepada otoritas Georgia atas dukungan cepat mereka dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
