Maria Elisa Hospita
17 Desember 2020•Update: 17 Desember 2020
Havva Kara Aydin, Faruk Zorlu
ANKARA
Turki mengatakan sanksi sepihak Amerika Serikat menyerang hak kedaulatan Turki dan negara lainnya.
Ketika diwawancarai 24 TV, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan hubungan antara kedua negara dapat dinormalisasi jika AS memenuhi harapan Turki.
Dia bersikeras bahwa keputusan sanksi tersebut merupakan langkah yang salah, baik secara hukum maupun politik.
Pada Senin, AS memberlakukan sanksi terhadap Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
Sanksi tersebut, yang berada di bawah Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA), menargetkan Industri Pertahanan Turki (SSB), termasuk Kepala SSB Ismail Demir, dan tiga pejabat lainnya.
Pada April 2017, karena upaya untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS tidak membuahkan hasil, Turki pun menandatangani kontrak dengan Rusia untuk memperoleh S-400.
Pejabat AS telah menyuarakan penolakan mereka dan mengklaim bahwa S-400 tidak akan kompatibel dengan sistem NATO.
Turki, bagaimanapun, menekankan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak menimbulkan ancaman bagi aliansi.
Pejabat Turki telah berulang kali mengusulkan kelompok kerja untuk meninjau masalah ini.