Turki, Dunia

Menlu Turki akan kunjungi Kabul dengan menlu negara-negara lain

Kami mengikuti situasi di Afghanistan dengan cermat, kata Cavusoglu dalam konferensi pers dengan Menlu Indonesia Retno

Nazli Yuzbasioglu dan Behlul Cetinkaya   | 13.10.2021
Menlu Turki akan kunjungi Kabul dengan menlu negara-negara lain Menteri luar negeri Turki Mevlut Cavusoglu. (Foto file - Anadolu Agency)

ANKARA

Menteri luar negeri Turki pada Selasa mengatakan segera mengunjungi ibu kota Afghanistan, Kabul, bersama para menlu dari negara sahabat.

“Kami mengikuti situasi di Afghanistan dengan cermat. Kami berencana mengunjungi Kabul dengan beberapa menteri luar negeri lainnya segera," kata Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers bersama Menlu Indonesia Retno Marsudi di ibu kota Ankara.

Cavusoglu mengatakan beberapa menteri lainnya juga menyukai ide ini. “Kami akan merencanakan ini dalam beberapa hari mendatang.”

Pernyataan Cavusoglu ini datang saat Afghanistan menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan setelah pengambilalihan Kabul oleh Taliban pada pertengahan Agustus.

Erdogan akan mengunjungi Indonesia

Mencatat bahwa kunjungan Retno merupakan kunjungan bilateral pertamanya di tingkat Kementerian Luar Negeri, Cavusoglu menyoroti hubungan dekat Indonesia.

“Retno adalah salah satu menteri luar negeri yang paling sering saya temui sejak saya menjadi menteri dan paling sering menjadi host di Turki dalam berbagai kesempatan. Kami juga sering berbincang di telepon,” tambah dia.

Menegaskan Indonesia sebagai salah satu mitra terpenting Turki di Asia-Pasifik, Cavusoglu mengatakan mereka juga membahas rencana kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia.

Dia mengatakan kedua menlu berbicara tentang pembentukan Dewan Strategis Tingkat Tinggi dan pertemuan pertama akan diadakan selama kunjungan Erdogan.

Cavusoglu mengatakan Turki dan Indonesia tidak hanya akan saling menyediakan obat-obatan dan APD selama masa pandemi, tetapi juga akan memulai produksi bersama.

Dalam sebuah tweet, Cavusoglu menambahkan kedua negara  telah menandatangani perjanjian tentang pengembangan dan produksi farmasi.

Menyebutkan “kemajuan signifikan” antara Turki dan Indonesia dalam industri pertahanan, Cavusoglu mengatakan: “Kita perlu mencapai produksi bersama dan transfer teknologi dalam jangka menengah dan panjang dengan pemahaman yang saling menguntungkan.”

Menteri Turki itu mengatakan dengan perjanjian baru yang ditandatangani dengan Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA), Turki dan Indonesia akan bekerja sama untuk memberikan dukungan pembangunan ke negara lain.

Kedua diplomat itu juga membahas Muslim Rohingya, yang melarikan diri dari Myanmar setelah tindakan militer tahun 2017.

“Turki memberikan dukungan terbaiknya kepada Rohingya apakah mereka berada di Myanmar atau Bangladesh, dan hari ini kami menegaskan kembali untuk mengirimi mereka vaksin Covid-19,” kata Cavusoglu.

Cavusoglu berterima kasih kepada Indonesia atas dukungannya kepada kelompok minoritas tersebut.

Memperhatikan bahwa inisiatif Asia Anew Turki, yang bertujuan untuk membangun hubungan lebih kuat dengan negara-negara Asia, bukan hanya sebuah slogan, diplomat Turki itu mengatakan: “Akar kami ada di Asia. Kami melihat potensi di Asia. Ini telah menjadi pusat ekonomi.”

Cavusoglu mengatakan Turki memiliki status di ASEAN dengan dukungan Indonesia.

“Kami melihat Indonesia sebagai mitra terpenting bagi keberhasilan inisiatif Asia Anew kami.”

Deklarasi bersama tentang koridor perjalanan

Kedua pemimpin juga menandatangani deklarasi bersama tentang koridor perjalanan dan saling mengakui sertifikat vaksin Covid-19.

Berdasarkan deklarasi itu, Turki dan Indonesia menyepakati secara bilateral penerapan koridor perjalanan sementara antara kedua negara untuk memfasilitasi perjalanan selama pandemi Covid-19 dalam sektor pekerjaan, perdagangan, investasi, bisnis, dan ekonomi.

“Pelaksanaan pengaturan ini akan segera berlaku dan kedua negara akan mengaktifkan kembali kebijakan masuk mereka sebelumnya ketika pembatasan perjalanan Covid-19 mereka telah dicabut,” tambah deklarasi itu.

“Kedua Menteri juga mengumumkan Mutual Recognition of the Vaccine Certificates yang dikeluarkan oleh otoritas terkait kedua negara ….,” tulis deklarasi itu.

“Kedua pihak bertekad untuk mengeksplorasi lebih jauh kemungkinan sinkronisasi sistem sertifikasi yang digunakan oleh kedua pemerintah dalam rangka memungkinkan pengaturan perjalanan bilateral yang lebih terintegrasi, termasuk interoperabilitas Vaksinasi Covid-19 dan Sertifikat PCR.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın