Emre Gurkan Abay
31 Agustus 2017•Update: 02 September 2017
Emre Gurkan Abay
DOHA, Qatar
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyerukan de-eskalasi ketegangan karena krisis diplomatik yang tengah berlangsung antara Qatar dengan negara-negara Arab.
Lavrov memberikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Doha, Rabu.
"Kami [Rusia dan Qatar] sepakat bahwa solusi untuk krisis di Libya, Suriah, dan Irak dapat ditemukan dengan menggelar dialog yang melibatkan berbagai kelompok etnis," tegasnya.
Awal Juni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain secara bersamaan memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuding Qatar mendukung terorisme.
Doha telah membantah tudingan tersebut dan menyatakan tindakan negara-negara Arab sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan negaranya.
Dalam kesempatan yang sama, Al Thani menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rusia atas dukungan untuk penyelesaian krisis dan juga mengapresiasi usaha mediasi Kuwait.
Menlu Qatar juga menegaskan kembali komitmen negaranya untuk proses transisi politik Suriah.
"Qatar mendukung proses transisi politik di Suriah melalui perundingan damai Jenewa," tambah Al Thani, sambil menekankan perlunya "menjaga kemerdekaan dan integritas teritorial Suriah"
Qatar siap mendukung semua upaya di Suriah yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan mendorong stabilitas.