Nani Afrida
13 September 2018•Update: 13 September 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman akan bertemu dengan rekannya dari Rusia Sergey Lavrov di Berlin pada 14 September mendatang untuk membahas cara-cara pencegahan bencana kemanusiaan di provinsi Idlib Suriah.
Menjawab pertanyaan anggota parlemen pada Rabu, Menlu Jerman Heiko Maas mengatakan pemerintah koalisi Jerman berusaha keras untuk memberikan solusi politik.
“Pada hari Jumat, menteri luar negeri Rusia akan berada di sini. Saya akan memberi tahu dia dengan tepat hal-hal berikut: Kami mengharapkan pihak Rusia untuk memikul tanggung jawabnya untuk mencegah bencana kemanusiaan di Idlib Suriah, ”katanya.
Maas mengacu pada ancaman rezim Suriah untuk memulai serangan militer besar-besaran ke kubu oposisi yang terakhir.
Maas menggarisbawahi bahwa Jerman akan melanjutkan bantuan kemanusiaan untuk Suriah, tetapi mengesampingkan dukungan untuk program rekonstruksi sebelum adanya perubahan politik di Damaskus.
Usaha untuk gencatan senjata
Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel menekankan pada Rabu bahwa gencatan senjata di Suriah hanya bisa dimungkinkan dengan dukungan aktif Rusia.
"Rusia dan Iran, sebagai pihak-pihak konflik, memikul tanggung jawab khusus," kata Steffen Seibert pada konferensi pers di Berlin
Seibert mengatakan, “Rusia memiliki pengaruh yang sangat penting pada rezim Suriahuntuk menghalangi eskalasi militer dan untuk mencegah bencana kemanusiaan.
Prospek untuk gencatan senjata baik akan berhasil atau tidak tergantung pada sikap Rusia, ” tambahnya.
Terletak di dekat perbatasan Turki, provinsi Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, yang banyak di antaranya sudah melarikan diri ke kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim.
Rezim Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran ke daerah itu, yang lama dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
PBB memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".