Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 September 2018•Update: 13 September 2018
Ekip
JENEWA
Seorang pejabat PBB pada Rabu mengecam Amerika Serikat (AS) atas kebijakan "garis merah", mengatakan bahwa garis merah untuk PBB akan menjadi "serangan terhadap penduduk sipil" di Idlib.
"Warga sipil telah dikorbankan dalam perang melawan teror dan dalam upaya untuk mendapatkan kembali kendali atas negara itu," kata Hanny Megally dari PBB dalam konferensi pers di Jenewa.
Megally adalah anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen untuk Republik Arab Suriah yang bertugas menyelidiki semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional sejak Maret 2011 di Suriah.
Dia menambahkan, "Lebih banyak orang terbunuh karena pengabaian terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional oleh semua pihak dalam konflik daripada senjata kimia."
Ketua komisi, Paulo Sergio Pinheiro, mengatakan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menemukan solusi politik untuk konflik. Dia menyerukan semua aktor terkait agar menggunakan seluruh "kekuatan mereka untuk mencegah pembantaian di Idlib"
Atas pertanyaan tentang kebijakan garis merah pemerintah AS, Megally berkata, "Jika AS mengatakan 'Anda tahu bahwa garis merah adalah penggunaan senjata kimia', kami akan mengatakan bahwa garis merah adalah setiap serangan terhadap populasi warga sipil."