01 Mei 2018•Update: 02 Mei 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Sajid Javid ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Inggris pada Senin menyusul mundurnya Amber Rudd terkait Skandal Windrush yang melibatkan salah perlakuan terhadap imigran.
Javid lahir pada 1969 di Lancashire, Inggris Utara, dan orangtuanya merupakan imigran Pakistan.
Javid menempuh pendidikan di sekolah negeri dan ayahnya berprofesi sebagai supir bus.
Pada 1989, Javid bergabung dengan Partai Konservatif dan pertama kali menghadiri Konferensi Partai Konservatif, di mana dia berkampanye menantang gagasan Perdana Menteri Margaret Thatcher yang ingin lebih dekat dengan Uni Eropa.
Pada Mei 2009, Javid terpilih sebagai anggota parlemen Bromsgrove di kota Birmingham setelah anggota parlemen sebelumnya, Julie Kirkbride, mengundurkan diri akibat skandal biaya pengeluaran, dan karirnya terus menanjak sampai pemilihan umum 2010 ketika dia berhasil memperoleh 70 persen suara sebagai kandidat Konservatif.
Pada April 2014, Javid ditunjuk sebagai Menteri Negara untuk Budaya, Media, dan Olahraga di bawah pemerintahan Perdana Menteri saat itu David Cameron.
Financial Times mendeskripsikan dirinya sebagai seorang Thatcherite sejati dan orang sayap kanan paling kuat di kabinet. Menyusul kemenangan Partai Konservatif pada pemilihan umum 2015, Javid ditunjuk sebagai Menteri Negara untuk, Bisnis, Inovasi, dan Keterampilan.
Walau mendukung Uni Eropa, Javid menilai dirinya sebagai seorang Euroskeptis, mengatakan kepada Daily Telegraph bahwa dia "tidak punya waktu untuk perserikatan yang lebih dekat."
Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri, Javid dulunya merupakan seorang Menteri Negara untuk Komunitas dan Pemerintahan Lokal sejak 2016, di mana dia bekerja untuk membangun perumahan yang terjangkau untuk orang muda serta meningkatkan kualitas perumahan dewan.
Terkait Skandal Windrush, Javid mengatakan kepada Sunday Telegraph: "Saya sangat prihatin ketika saya mulai mendengar dan membaca mengenai hal tersebut. Itu langsung memengaruhi saya."
"Saya adalah migran generasi kedua. Orangtua saya datang ke negara ini... seperti halnya generasi Windrush... Ketika saya mendengar tentang isu Windrush, saya berpikir, 'Itu bisa saja ibu saya... itu bisa ayah saya... itu bisa paman saya... itu bisa saja saya," imbuh dia.
Javid adalah anggota parlemen pertama yang berkulit hitam dan berasal dari etnis minoritas yang mengepalai salah satu Kantor Besar Negara di Inggris.
Generasi Windrush, kaum migran dari Karibia yang mendatangi Inggris di akhir Perang Dunia II dan membantu membangun kembali negara tersebut, mengalami penolakan di bidang pelayanan kesehatan dan uang pensiun, sementara beberapa orang generasi itu diancam akan ditahan atau dideportasi karena tidak memiliki dokumen yang tepat.
Perdana Menteri Theresa May telah meminta maaf kepada publik dan bersumpah akan memberikan kewarganegaraan gratis kepada seluruh migran Windrush.