Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Februari 2019•Update: 15 Februari 2019
Lokman Ilhan
CARACAS
Presiden Nicolas Maduro pada Rabu mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengancam Venezuela dengan intervensi militer dan mendesak semua negara untuk mendukung negaranya dalam solidaritas.
Berbicara kepada wartawan di istana presiden Miraflores di Caracas, Maduro menyinggung pernyataan Trump sebelumnya yang mengisyaratkan bahwa intervensi militer adalah sebuah pilihan, setelah Washington mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu bulan lalu.
"Hari ini, presiden AS telah mengancam Venezuela dengan intervensi militer. Saya ingin semua negara di dunia bertindak dengan solidaritas untuk Venezuela," kata Maduro.
"Kami bukan budak, pengemis dan pelayan siapa pun. Kami adalah perempuan dan laki-laki yang merdeka. Kehormatan yang kami miliki di lubuk hati ini adalah motivasi dan kepuasan terbesar kami," katanya, merujuk pada kepahlawanan historis rakyat Venezuela terhadap upaya AS untuk mengambil kontrol Venezuela.
Pada Rabu, Trump mengatakan dia akan mempertimbangkan semua opsi yang berbeda dalam menghadapi situasi di Venezuela, tetapi tidak membahas soal intervensi militer.
Pernyataan Trump disampaikan di tengah dorongan diplomatik dan ekonomi yang berkelanjutan oleh AS untuk memaksa Maduro menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada 23 Januari.
Amerika Serikat, Kanada, sebagian besar negara di Amerika Latin dan lebih dari 20 negara Eropa telah memberikan dukungan kepada Guaido setelah pengumuman tersebut.
Maduro menolak desakan yang memintanya untuk mundur, bersikeras bahwa Washington sedang mengatur kudeta.
Sementara itu, China, Iran, Rusia, dan Turki menyatakan dukungan kepada Maduro.