Burak Bir
04 Februari 2026•Update: 06 Februari 2026
LONDON
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pemerintahnya tengah menyiapkan langkah untuk melanjutkan kembali dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, meski menilai Moskow belum menunjukkan niat nyata untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina dalam waktu dekat.
Macron menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada Selasa (4/2) saat melakukan kunjungan ke wilayah timur laut Prancis. Ia menyebut pembahasan terkait upaya membuka kembali komunikasi dengan Kremlin saat ini berlangsung di tingkat teknis.
“Persiapan sedang dilakukan, sehingga diskusi berlangsung di tingkat teknis,” ujar Macron seperti dikutip harian Prancis Le Monde.
Meski demikian, Macron menilai Rusia belum bersedia menyepakati perdamaian dengan Ukraina dalam waktu dekat. “Saya pikir itu akan berguna, tetapi saya tidak merasa Rusia saat ini siap menyimpulkan perjanjian damai dalam beberapa hari atau beberapa minggu ke depan,” katanya.
Menurut Macron, komunikasi dengan Kremlin tetap diperlukan, khususnya untuk membahas jaminan keamanan setelah perang berakhir. Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya negara-negara Eropa memulihkan saluran dialog mereka sendiri dengan Rusia.
“Dalam konteks ini, penting bagi Eropa untuk memulihkan jalur diskusinya sendiri,” kata Macron.
Macron juga menegaskan Prancis akan terus memberikan dukungan kepada Ukraina. Ia mengecam serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina yang dinilainya tidak dapat diterima dan tidak mencerminkan kemauan tulus untuk berunding demi perdamaian.