Maria Elisa Hospita
15 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Lokman Ilhan
CARACAS, Venezuela
Listrik di sebagian besar wilayah Venezuela telah dipulihkan kembali setelah pemadaman masif sejak 7 Maret.
Kantor-kantor pemerintah, pabrik, dan pusat perbelanjaan sudah dibuka kembali dan Metro Caracas pun sudah kembali beroperasi.
Sekolah-sekolah juga akan dibuka kembali mulai Jumat.
Air kembali mengalir ke beberapa kabupaten di ibu kota, sementara pemadaman listrik masih berlanjut di daerah lain.
Venezuela diliputi kegelapan sejak Kamis lalu karena pemadaman listrik di 21 dari 23 negara bagian.
Presiden Nicolas Maduro dan pemerintahnya menyebut pemadaman itu sebagai "sabotase" di tengah krisis politik yang masih berlangsung di negara itu.
Pada Selasa, Maduro mengumumkan penangkapan dua tersangka yang diduga mencoba menyabotase pembangkit listrik tenaga air.
Venezuela telah diguncang gelombang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua.
Ketegangan pun meningkat ketika pemimpin oposisi, Juan Guaido, mendeklarasikan dirinya sebagai presiden pada 23 Januari, sebuah langkah yang didukung oleh Amerika Serikat dan banyak negara Eropa dan Amerika Latin.
Sementara itu, Turki, Rusia, China, Iran, Bolivia, dan Meksiko menyatakan dukungan ke Maduro.