Muhammad Abdullah Azzam
02 Oktober 2020•Update: 03 Oktober 2020
Ugur Aslanhan
ISTANBUL
Delegasi bisnis Libya, di antaranya pengusaha, pemimpin masyarakat sipil dan pejabat akan mengunjungi Turki bulan ini untuk memulihkan hubungan ekonomi kedua negara.
Delegasi di bawah kepemimpinan Mohammad Abdul Karim Raied - kepala Federasi Umum Kamar Dagang dan Industri Libya - akan menghadiri acara bisnis dua hari di Istanbul yang dimulai pada 15 Oktober.
Acara yang didukung oleh Dewan Hubungan Ekonomi Turki (DEIK) dan Kementerian Ekonomi Libya, akan menampung lebih dari 200 produsen dan eksportir Libya 100 di Turki.
Sementara kontraktor Turki telah melakukan proyek di Libya senilai USD7-8 miliar pada 2010, belum ada proyek tahun ini.
Kontraktor Turki mengasumsikan proyek bernilai lebih dari USD28 miliar di Libya – 7 persen dari proyek mereka di seluruh dunia bernilai total USD401,3 miliar.
Raied mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa perkembangan di Libya telah menimbulkan masalah bagi eksportir minyak.
Libya menghadapi beberapa kesulitan sejak penggulingan diktator Muammar Gaddafi pada 2011.
Raied mengundang perusahaan Turki dari semua sektor ke acara tersebut untuk membahas peluang bisnis dan investasi dengan pihak Libya.
"Salah satu tujuan utama kami adalah mengembalikan kepercayaan bagi perusahaan Turki untuk melanjutkan aktivitas mereka di Libya," ungkap dia.
Murtaza Karanfil, kepala Dewan Bisnis Turki-Libya, mengatakan ekspor Turki ke Libya berjumlah USD937 juta dalam delapan bulan pertama dan mungkin akan mencapai level yang sama pada 2020.
Tahun lalu, perdagangan bilateral kedua negara sekitar USD2,43 miliar, sementara Turki mengekspor USD1,96 miliar produk ke negara Afrika Utara itu.
Dengan investasi baru, volume perdagangan bilateral kedua negara dapat meningkat menjadi USD10 miliar, tukas dia.