Maria Elisa Hospita
12 Februari 2019•Update: 12 Februari 2019
Gamze Turkoglu Oguz
ANKARA
Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa lebih dari 40 persen spesies serangga diperkirakan akan punah dalam beberapa dekade mendatang.
Dalam “Berkurangnya Entomofauna di Seluruh Dunia” yang ditulis oleh Francisco Sanchez-Bayo dari University of Sydney dan Kris Wyckhuys dari China Academy of Agricultural Sciences, disebutkan bahwa sepertiga spesies serangga terancam punah.
Kepunahan serangga itu pun berdampak pada "bencana" di bumi.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Biological Conservation itu menyebutkan tingkat kepunahan serangga adalah 2,5 persen per tahun, yang artinya bisa benar-benar punah hanya dalam satu abad.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa hilangnya habitat alami, penggunaan pestisida dan pupuk di area pertanian, dan emisi dari pabrik menjadi "pendorong utama" kepunahan, sementara spesies invasif dan perubahan iklim adalah penyebab tambahannya.
Menurut studi tersebut, tingkat kepunahan serangga delapan kali lebih cepat daripada burung, mamalia, dan reptil.
Lepidoptera, serangga yang meliputi kupu-kupu dan ngengat, Hymenoptera, yang mencakup tawon, lebah dan semut, dan Coleoptera, termasuk kumbang, adalah yang paling terpengaruh.
Serangga, yang merupakan sumber makanan bagi banyak spesies lainnya, adalah kunci penting bagi ekosistem bumi.
Para ilmuwan pun menyerukan tindakan untuk mencegah kepunahan massal ini terjadi.