Muhammad Abdullah Azzam
08 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Mehmet Burak Karacaoglu, Esref Musa
IDLIB, Suriah
Lebih dari 31.000 warga sipil berpindah dari Idlib, kawasan barat laut Suriah dan berlindung di dekat perbatasan Turki dalam beberapa hari terakhir, menurut kepala Kelompok Koordinasi Tanggap Darurat Suriah.
Mohammad Hallaj, direktur kelompok itu, mengatakan gelombang baru pengungsi datang selama empat hari terakhir ketika kelompok-kelompok teroris yang didukung oleh rezim Assad, Rusia dan Iran menyerang desa Maarat al-Numan dan desa-desa terdekatnya.
Jumlah orang yang berlindung di dekat perbatasan Turki meningkat menjadi 359.471 sejak rezim dan pasukan Rusia melancarkan serangan pada awal November 2019.
Dikhawatirkan 250.000 warga sipil lainnya akan ikut mengungsi jika serangan-serangan itu masih berlanjut di Idlib selatan yang dapat menyebabkan gelombang besar pengungsi ke Turki dan Eropa.
Akibat meningkatnya jumlah pengungsi, kamp-kamp tenda di Idlib tak dapat memenuhi kebutuhan warga Suriah karena tidak ada cukup ruang untuk mendirikan lebih banyak tenda. Ribuan keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Sejak itu, lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas dalam serangan rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi ketika gencatan senjata terus dilanggar.
Lebih dari satu juta warga Suriah bergerak di dekat perbatasan Turki karena serangan hebat selama setahun terakhir.