Betul Yuruk
07 Maret 2018•Update: 07 Maret 2018
Betul Yuruk
NEW YORK
Penyelidik PBB pada Selasa menuding cabang SDF dari kelompok PYD/PKK telah melakukan pelanggaran HAM dan menyerang warga sipil di Suriah.
Sebuah laporan yang dirilis Komisi Penyelidik PBB untuk Suriah menggambarkan sejumlah pelanggaran yang terjadi antara Juli 2017 dan Januari 2018 berdasarkan lebih dari 500 wawancara.
Laporan itu mengatakan walaupun serangan melawan Daesh di kota Raqqa dan Deir ez-Zor tampak "berhasil mengusir" kelompok teroris tersebut, warga sipil "harus membayar harga yang sangat tinggi".
"Bahkan sebelum perlawanan dimulai di Raqqa, koalisi internasional itu gagal mengambil langkah pencegahan untuk melindungan warga sipil, dan melanggar hukum HAM internasional ketika menyerang al-Mansoura dan membunuh setidaknya 150 warga setempat, termasuk perempuan dan anak-anak," baca laporan itu.
Mereka mengatakan warga Raqqa yang terperangkap kemudian digunakan oleh Daesh sebagai perisai manusia.
Laporan itu juga mengungkapkan bahwa SDF menahan sebanyak 80.000 pengungsi internal untuk menanyakan mengenai keterlibatan mereka dengan Daesh.
"Pelanggaran SDF juga termasuk menerapkan wajib militer, termasuk bagi anak-anak," lanjut laporan PBB itu. "Di tempat-tempat lain di Suriah, tempat beribadah, pusat pertahanan sipil, perumahan, fasilitas media, pasar, toko roti, dan sekolah-sekolah terus-menerus menghadapi serangan dari berbagai pihak."
Selama ini, AS mendukung PKK/PYD melalui cabang SDF tersebut. Ankara memandang SDF sebagai organisasi teror karena merupakan cabang Suriah dari kelompok teroris PKK, yang selama 30 tahun terakhir terus melawan pemerintah Turki.
Washington menganggap SDF adalah "rekan yang dipercaya" dalam perang mereka melawan Daesh dan terus mempersenjatai mereka, walaupun ditentang Turki.