Yousra Wannas
07 Maret 2018•Update: 07 Maret 2018
Yousra Wannas
TUNISIA
Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi pada Selasa mengumumkan perpanjangan masa darurat di seluruh penjuru negeri selama tujuh bulan lagi.
"Setelah berkonsultasi dengan Perdana Menteri Yusuf al-Shahid dan Ketua Parlemen Mohamed al-Nasser, Presiden Essebsi memutuskan untuk memperpanjang masa darurat selama tujuh bulan lagi," kata kantor kepresidenan lewat sebuah pernyataan.
Masa darurat pertama kali diberlakukan setelah pemberontakan meletus pada akhir tahun 2010 atau awal 2011, yang juga mengakhiri pemerintahan Presiden Zine El Abidine Ben Ali yang telah berlangsung hampir 25 tahun.
Masa darurat kedua berlangsung pada akhir 2015, setelah setelah serangan teror di Tunis, yang menewaskan puluhan orang, termasuk petugas keamanan.
Sejak diperpanjang beberapa kali, masa darurat memberikan kekuasaan untuk menteri dalam negeri, termasuk pemberlakuan jam malam, larangan majelis, serta pemblokiran media tanpa persetujuan pengadilan.