Maria Elisa Hospita
09 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Waleed Abdullah
TRIPOLI
Pemerintah persatuan Libya yang didukung oleh PBB pada Senin mengumumkan berakhirnya operasi militer di dekat perbatasannya dengan Tunisia.
Lewat sebuah pernyataan, dewan kepresidenan pemerintah mengatakan bahwa pihaknya telah diinstruksikan untuk mengambil alih jalur perlintasan Ras Ajdir dengan Tunisia.
Pemerintah akan memberlakukan tindakan keamanan di wilayah tersebut, dengan terus bertekad untuk mengejar "para penjahat dan pelanggar hukum dengan segala cara".
Bentrokan antara kelompok bersenjata yang loyal pada pemerintah persatuan dengan petugas perbatasan Libya meletus pada Jumat, di Ras Ajdir.
Sejak 2011, yaitu ketika pemimpin Libya Muammar Gaddafi digulingkan dan terbunuh dalam pertumpahan darah, kelompok-kelompok pesaing saling berebut untuk menguasai jalur strategis Ras Ajdir, yang merupakan jalur perlintasan utama antara Libya dan Tunisia.