Dunia, Regional

Kudeta militer Myanmar telah tewaskan 1.041 orang

Kelompok masyarakat sipil melaporkan terdapat empat pemuda asal Negara Bagian Chin yang dijerat UU Kontra-terorisme karena menambahkan profil pemerintah bayangan pada Facebook mereka

Devina Halim  | 02.09.2021 - Update : 02.09.2021
Kudeta militer Myanmar telah tewaskan 1.041 orang Ilustrasi: Demonstrasi menentang junta militer di Myanmar. (Stringer - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Kelompok masyarakat sipil melaporkan korban tewas selama kudeta militer di Myanmar bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi 1.041.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mencatat korban baru bernama Min Htet Ko asal Kotapraja Myingyan, Mandalay.

AAPP melaporkan anggota kelompok Pyu Saw Htee menembak Min Htet Ko dan Lu Aye yang merupakan anak serta adik laki-laki dari Ketua Asosiasi Donor Darah Ayeyarwaddy Ko Ni, di rumah mereka di Myingyan, pada 31 Agustus.

Kelompok Pyu Saw Htee yang didukung militer itu dibentuk untuk melawan aktivis anti-kudeta dan pejuang perlawanan.

Min Htet Ko tertembak di bagian perut dan tewas di Rumah Sakit Myingyan pada hari yang sama, sementara Lu Aye sedang dirawat.

“Dilaporkan bahwa Pyu Saw Htee datang ke rumah mereka untuk menembak Ko Ni. Ketika mereka tidak menemukan Ko Ni, mereka menembak orang-orang yang mereka lihat,” ungkap AAPP dalam keterangannya, Rabu malam.

Berdasarkan data AAPP, sebanyak 6.107 orang masih ditahan hingga 1 September dan 260 orang dijatuhi hukuman secara langsung.

AAPP mengungkapkan pasukan junta dan polisi menangkap dua jurnalis yakni Zaw Moe, reporter Eleven Media yang berbasis di Kota Myeik, Tanintharyi, serta mantan reporter Delta News Agency bernama Myo San Soe yang berdomisili di Ayeyarwady.

Adapun aparat menangkap Zaw Moe pada 1 September, sementara Myo San Soe ditangkap pada 29 Agustus.

AAPP sekaligus melaporkan terdapat empat pemuda warga Desa Chan Pyan, Kotapraja Matupi, Negara Bagian Chin, yang ditangkap pada 20 dan 22 Agustus.

Menurut AAPP, keempat pemuda itu kemudian dijerat dengan Undang-Undang Kontra-terorisme karena menambahkan profil pemerintah bayangan National Unity Government (NUG) pada Facebook mereka.

Adapun NUG dibentuk oleh para penentang kudeta militer 1 Februari lalu, termasuk anggota parlemen yang digulingkan hingga etnis minoritas.

Myanmar diguncang kudeta sejak 1 Februari di mana militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.