Elena Teslova
02 Desember 2021•Update: 03 Desember 2021
MOSKOW
Juru bicara Istana Kremlin Dmitriy Peskov pada Rabu memuji pengaruh signifikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam urusan regional dan internasional.
Berbicara pada konferensi pers harian di Moskow, Peskov mengatakan Rusia akan menyambut baik jika Erdogan dapat menggunakan pengaruhnya untuk membuat Kyiv menerapkan Protokol Minsk 2014.
Masalah ini dapat diangkat selama percakapan telepon antara presiden Rusia dan Turki pada Jumat, tambah dia.
“Jika Erdogan entah bagaimana dapat menggunakan pengaruhnya, dan pengaruh ini benar-benar tidak ambigu baik secara regional maupun dalam urusan dunia dalam banyak aspek, jika dia dapat menggunakan pengaruhnya untuk mendorong Ukraina mulai memenuhi kewajibannya di bawah paket kesepakatan Minsk, Paris dan sebagainya, maka ini akan disambut baik," kata jubir Kremlin.
Ketegangan yang sudah berlangsung lama atas pencaplokan Krimea oleh Rusia pada 2014 telah diperburuk oleh separatis yang didukung Rusia di wilayah perbatasan timur Donbas, bersama dengan pengerahan militer Rusia yang dikecam oleh Barat.
Di tengah penempatan pasukan tersebut, Rusia menuduh Ukraina melakukan provokasi, sebuah tuduhan yang dibantah Kyiv.
Perjanjian Minsk
Perjanjian Minsk ditandatangani untuk menghentikan konflik yang sedang berlangsung antara kelompok separatis pro-Rusia dan pemerintah Kyiv.
Perjanjian tersebut termasuk gencatan senjata di wilayah tersebut, pertukaran tahanan sementara juga memungkinkan pemerintah Kyiv untuk membuat amandemen konstitusi yang akan memberikan status khusus Donbass.
Di sisi lain, kelompok separatis pro-Rusia seharusnya menarik senjata mereka dari perbatasan Ukraina-Rusia.
Namun, implementasi perjanjian tersebut terhambat karena kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.