Iqbal Musyaffa
24 Maret 2020•Update: 25 Maret 2020
JAKARTA
Bank Indonesia menjelaskan secara nasional bersama Kementerian Keuangan dan juga Otoritas Jasa Keuangan terus memperkuat koordinasi secara teratur untuk mengantisipasi dampak virus korona pada stabilitas moneter, stabilitas ekonomi, serta untuk mengurangi beban masyarakat.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan Presiden Joko Widodo juga sudah melakukan langkah konkret melalui Gugus Tugas untuk penanggulangan virus korona dari aspek kesehatan melalui tes massal, penyediaan obat-obatan, dan juga penyiapan rumah sakit.
“Berkaitan dengan penanganan dari sisi fiskal, kita juga mendengar Ibu Menteri Keuangan terus berkomunikasi dengan DPR baik Banggar maupun Komisi XI,” ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan bahwa stimulus fiskal yang telah diberikan pemerintah juga bisa ditingkatkan untuk mengurangi beban masyarakat pada sektor UMKM dan juga korporasi.
“Tentu saja proses masih dilakukan termasuk juga asesmen makroekonomi simulasi-simulasi makronya sedang didiskusikan secara intens oleh Kementerian Keuangan,” lanjut Perry.
Dia menambahkan bahwa Bank Indonesia mendukung berbagai penghitungan atau simulasi dari segi makro ekonomi yang pada waktunya nanti akan dikomunikasikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, baik mengenai asumsi makronya maupun implikasi alokasi anggarannya.
“Berkaitan dengan sektor keuangan kita juga sudah mendengar bagaimana Pak Wimboh Santoso, Ketua OJK juga terus melakukan langkah-langkah tidak hanya masalah stabilisasi di pasar modal tetapi juga bagaimana mengurangi beban masyarakat,” ujar Perry.
Dia menambahkan OJK dari sisi kredit sudah melakukan penundaan cicilan angsuran kredit untuk UMKM dan juga untuk tukang ojek dan supir taksi selama satu tahun.
“Kemudian dari perbankan esensinya bahwa kami bekerja keras untuk melakukan koordinasi secara intensif agar stabilisasi makro ekonomi keuangan terjaga dalam mengatasi dampak Covid-19 terhadap ekonomi khususnya untuk UMKM,” imbuh Perry.