Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 April 2020•Update: 08 April 2020
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Menteri Keuangan Inggris Michael Gove mengatakan kondisi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam perawatan intensif tetap sama, tetapi dia tidak menggunakan ventilator.
Berbicara kepada BBC pada Selasa pagi, Gove mengatakan situasi Johnson memburuk setelah dia dibawa ke rumah sakit pada Minggu untuk menjalani serangkaian tes.
"Saran medisnya adalah dia harus dipindahkan ke perawatan intensif sekitar pukul tujuh malam tadi. Tepat setelah itu, Kabinet diberi tahu tetapi Sekretaris Kabinet melakukan panggilan telepon untuk menjelaskan situasinya kepada kami," kata Gove
Dia mengatakan bahwa salah satu alasan Johnson berada dalam perawatan intensif adalah untuk memastikan penanganan tepat oleh tim medis.
“Tim di [Rumah Sakit] St. Thomas adalah dokter terbaik di negara ini. Para dokter akan membuat keputusan medis yang tepat dan mereka mendapat dukungan penuh dari kami dalam pekerjaan luar biasa penting yang mereka lakukan," lanjut dia.
Ditanya apakah perdana menteri menderita radang paru-paru pada tahap ini, Gove mengatakan dia tidak mengetahui tentang hal itu.
"Jika ada perubahan dalam kondisinya, Nomor 10 akan memastikan bahwa negara diperbarui," tambah dia, merujuk pada kediaman perdana menteri di Downing Street.