Maria Elisa Hospita
10 April 2018•Update: 11 April 2018
Alex Jensen
SEOUL
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Selasa menegaskan bahwa dia menyambut baik dialog dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kantor berita KCNA milik Pyongyang menyebutkan, Kim membahas rencana konferensi untuk pertama kalinya secara terbuka - meskipun hal itu sudah diumumkan beberapa pekan lalu - ketika berkunjung ke Tiongkok bulan lalu.
KCNA membuat analisis mendalam mengenai perkembangan hubungan utara-selatan saat ini dan prospek dialog AS-Korut.
Dalam hal ini, hubungan "utara-selatan" mengacu pada pertemuan antar-Korea yang dijadwalkan akan berlangsung pada 27 April.
Komentar Kim mengenai rencana pertemuan tersebut telah meningkatkan ekspektasi bahwa pertemuan-pertemuan terobosan akan berlanjut setelah ketegangan regional dan retorika agresif melingkupi negara tersebut selama bertahun-tahun.
Pengamat juga akan mengawasi dengan saksama setiap pernyataan Pyongyang saat Korut menggelar pertemuan tahunan parlemen cap karet pada Rabu.
Sementara itu, Trump mengatakan dalam rapat kabinet pada Senin bahwa pertemuan akan berlangsung "sekitar bulan Mei atau awal Juni."
Selain itu, seorang diplomat Korut pada Selasa menyatakan bahwa denuklirisasi dapat diselesaikan dengan fase dan langkah-langkah yang tersinkronisasi.
Utusan negara itu menghadiri pertemuan Gerakan Non-Blok di Azerbaijan pekan lalu, sebuah pertemuan yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.