Muhammad Abdullah Azzam
09 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
Mennatallah Ahmed
TEHERAN, Iran
Pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu mengatakan bahwa serangan negaranya adalah sebuah tamparan untuk Amerika Serikat (AS) dan aksi militer yang mereka lakukan masih "belum cukup”.
Khamenei membuat pernyataan ini dalam sebuah wawancara di televisi, beberapa jam setelah serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan AS.
Dia menegaskan kembali penolakan negaranya untuk memperbarui pembicaraan nuklir dengan AS serta mengatakan AS harus angkat kaki dari kawasan itu.
Khamenei menggambarkan serangan Iran terhadap pangkalan militer AS sebagai sebuah keberhasilan, dan dia mengatakan “musuh Iran adalah AS dan Zionis [Israel], dan tadi malam kami menampar AS".
Sebelumnya, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Rabu dini hari meluncurkan lebih dari selusin rudal balistik melawan militer AS dan pasukan koalisi di Irak.
Rudal balistik Iran yang menargetkan dua pangkalan militer AS di Irak adalah serangan balasan atas pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani.
Soleimani, komandan Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam, terbunuh dalam serangan drone AS menyerang konvoinya di luar bandara Baghdad pada Jumat lalu.
Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menganugerahkan kehormatan kepada Soleimani tahun lalu, bersumpah akan melakukan pembalasan kejam dalam menanggapi pembunuhan sang jenderal.
Pentagon menuduh Soleimani menyetujui serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pekan lalu dan berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.