Dunia

Kepala WHO temui Taliban tinjau kebutuhan kemanusiaan di Afghanistan

Tedros Ghebreyesus mengunjungi Kabul di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di negara itu

Ekip   | 21.09.2021
Kepala WHO temui Taliban tinjau kebutuhan kemanusiaan di Afghanistan Anak-anak pengungsi terlihat di Kamp Pengungsi Herat di Herat, Afghanistan pada 16 September 2021. Warga di Afghanistan barat, kebanyakan dari provinsi Herat, Farah, Ghor dan Badghis, telah meninggalkan rumah mereka dan berlindung di Herat karena perang saudara dan bentrokan antara Taliban dan pasukan pemerintahan Ashraf Ghani. Para migran yang tinggal di kamp mania ini meminta bantuan kemanusiaan. Kurangnya air minum, pakaian dan makanan adalah salah satu masalah terbesar bagi para migran. ( Stringer - Anadolu Agency )

Pakistan

S.K. Khan

ISLAMABAD

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Ghebreyesus bertemu dengan para pemimpin Taliban di Afghanistan pada Selasa untuk mencari cara dan sarana dalam mendukung negara itu yang tengah bergulat dengan kebutuhan kemanusiaan.

Tedros yang mendarat di Kabul pada Senin, menemui penjabat Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Mutaqi pada Selasa untuk membahas situasi kemanusiaan di Afghanistan.

"Penundaan bantuan kemanusiaan merusak status dan reputasi masyarakat internasional," ungkap juru bicara Taliban, Ahmadullah Mutaqi, mengutip penjabat menlu.

Tedros juga akan menemui Mohammad Hassan Akhund, kepala menteri Kabinet Taliban, beserta para wakilnya untuk mendapatkan gambaran umum tentang situasi di negara itu.

Menurut kantor berita Bakhtar yang dikelola pemerintah, Tedros mengatakan bahwa WHO sedang mengupayakan peningkatan bantuan ke Afghanistan untuk mencegah "bencana" kemanusiaan.

Para pemimpin Taliban, sementara itu, berjanji untuk menghilangkan “hambatan” untuk melindungi pekerja kemanusiaan dan kantor penyalur bantuan.

Berdasarkan prakiraan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Afghanistan memiliki jumlah orang terbanyak kedua dunia yang berisiko menghadapi krisis pangan, di mana 5,5 juta anak terancam kelaparan selama paruh kedua tahun ini.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın