11 Oktober 2017•Update: 11 Oktober 2017
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, keputusan penangguhan proses visa AS di Turki bukan hanya diambil oleh Duta Besar AS untuk Ankara, John Bass, melainkan sudah dikoordinasikan dengan “Kementerian Luar Negeri AS, Gedung Putih, dan Dewan Keamanan Nasional AS (NSC)”.
“Duta Besar kami tidak bertindak sendiri,” kata dia.
Penyebab keputusan ini, sebut Nauert, adalah kekecewaan As atas penangkapan dua pekerja di Kedutaan Besar Amerika di Turki.
“Kami tidak melihat ada bukti pekerja kami terkait dengan tuduhan-tuduhan pemerintah [Turki],” lanjut Nauert.
Nauert berkata, Kementerian Luar Negeri AS sudah melakukan komunikasi dengan pihak Turki. Dan, ujar dia lagi, AS akan membuka kembali pelayanan visa ke Turki bila beberapa syarat dipenuhi.
“Izin untuk [pekerja yang ditangkap] bertemu dengan pengacara mereka akan menjadi awal yang baik. Setahu kami, mereka tidak diizinkan bertemu dengan penasihat hukum,” sebut Nauert.
Sebelumnya, pekerja di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Istanbul Metin Topuz ditangkap karena terbukti berkomunikasi dengan Buronan Jaksa Zekeriya Oz dan mantan pejabat-pejabat kepolisian yang terkait dengan kelompok teroris FETO.
Biro Terorisme dan Kriminal Kejaksaan Negara Turki menangkap Topuz dengan tuduhan “upaya menghapus tatanan konstitusional”, “mata-mata”, dan “upaya menghapus Pemerintahan Turki”.
Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan, “Orang yang ditangkap terkait terorisme pada tanggal 25 September 2017 tidak terdaftar sebagai pekerja resmi Konsulat AS dan tidak memiliki kekebalan diplomatik atau konsuler.”
Mengenai Penangguhan ini Presiden Erdogan mengatakan, “Bukan kami yang memulai masalah ini. Pelaku dari masalah ini adalah Amerika Serikat dan petinggi-petingginya, terutama karena tidak adanya komunikasi dengan Menteri Luar Negeri kami.”
Kedutaan Besar Turki untuk Washington pun kemudian melakukan aksi serupa.
“Proses visa untuk warga negara Amerika Serikat dalam seluruh misi kami di Amerika Serikat telah ditangguhkan.”