Muhammad Abdullah Azzam
07 Oktober 2019•Update: 07 Oktober 2019
Selen Temizer, Levent Tok
ANKARA
Organisasi teroris YPG/PKK menuding Amerika Serikat (AS) telah ingkar janji soal penarikan pasukan AS dari wilayah timur Sungai Eufrat dan membuka jalan untuk Turki melancarkan operasi militer di wilayah tersebut.
YPG/PYD/PKK yang menggunakan nama lain "SDG" sebagai kedok untuk mendapatkan dukungan AS membagikan pesan via akun Twitter yang menuding AS telah ingkar janji terhadap mereka.
“Meski mekanisme keamanan telah terbentuk dan kami telah menghancurkan tempat pertahanan kami (di sana) namun AS tetap tidak memenuhi tanggung jawab mereka,” ujar juru bicara SDG, Mustafa Bali.
“AS mulai menarik diri dari perbatasan dan membiarkan kawasan itu kembali menjadi medan perang.”
“SDG bertekad untuk melindungi timur laut Suriah dengan segala cara," ungkap jubir SDG itu.
SDG mengklaim langkah AS tersebut akan memiliki efek "negatif besar" pada perlawanan terhadap Daesh.
Otoritas AS mengungkapkan ada sekitar 10 ribu warga asing militan Daesh beserta keluarga mereka yang ditahan di penjara-penjara di Suriah.