Astudestra Ajengrastrı
27 Oktober 2018•Update: 27 Oktober 2018
Moustafa Maged Haboosh dan Zeynep Tufekci
KOTA GAZA, Palestina
Kelompok perlawanan di Palestina tak akan tinggal diam melihat pembunuhan yang dilakukan Israel, kata gerakan Islamic Jihad Palestina pada Sabtu dini hari.
Gerakan ini berkata telah memeringatkan Israel untuk tak membunuhi rakyat tak bersalah, namun pasukan pendudukan terus melakukannya di bawah kependudukan Jalur Gaza.
Mereka menambahkan tangan kelompok tersebut "tak akan terikat" melihat pembunuhan ini.
Israel meluncurkan serangan udara pada Sabtu pagi ke arah beberapa target di Jalur Gaza, sebagai renspons atas belasan roket yang diaku ditembakkan ke arah negara tersebut.
Pesawat-pesawat perang dan helikopter menembaki target di Gaza selama lebih dari dua bulan, termasuk beberapa wilayah yang dikuasai Hamas, kata pasukan Israel melalui pernyataan pers.
Melalui akun Twitter-nya, pasukan Israel berkata 14 roket ditembakkan dari Gaza ke arah Israel sejak Jumat malam, namun delapan di antaranya berhasil dihadang oleh sistem pertahanan Iron Dome milik mereka.
Belum ada korban tewas dilaporkan dari serangan tersebut, menurut sumber-sumber medis Palestina di Gaza.
Serangan Israel ini adalah perkembangan terakhir setelah lima warga Palestina tewas dan 85 lainnya terluka saat Israel menembaki demonstran yang berdemo di zona perbatasan Gaza-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Ratusan warga Palestina menyesaki zona tersebut sebagai bagian dari demonstrasi untuk menentang pendudukan Israel yang telah berjalan selama puluhan tahun.
Lebih dari 200 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka karena pasukan Israel yang dikirim ke zona perbatasan sejak demonstrasi serupa dimulai pada 30 Maret.