Muhammad Abdullah Azzam
28 April 2020•Update: 29 April 2020
Adham Kako
ANKARA
Rezim Suriah terus melakukan kejahatan selama Maret dan April, bulan-bulan ketika masyarakat dunia menghadapi penyebaran pandemi Covid-19 yang cepat, ungkap laporan lembaga pengawas pada Senin.
"Rezim Suriah menewaskan 44 warga sipil, termasuk enam anak-anak, pada Maret dan April 2020, dan pasukannya menangkap 156 orang, dan melakukan setidaknya empat serangan terhadap fasilitas sipil yang penting, termasuk dua sekolah," ujar Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) dalam sebuah laporan.
Laporan tersebut merekomendasikan PBB menjatuhkan sanksi pada rezim Bashar al-Assad jika rezim terus melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.
Laporan itu menyatakan bahwa Rusia dan China memberikan bantuan kepada rezim Assad.
SNHR menyerukan pemerintah Rusia, China, Kuba, dan Iran untuk memberikan bantuan medis dan kemanusiaan dalam perang melawan virus korona, ketimbang memberikan dukungan militer saat ini.
Lembaga itu juga menggarisbawahi kebutuhan dukungan material bagi kelompok-kelompok kemanusiaan lokal di daerah-daerah luar kendali rezim Assad di tengah pandemi.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari tiga juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian melebihi 208.500 dan lebih dari 885.300 dinyatakan sembuh.
Suriah telah dikunci dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga, yang kemudian berkembang menjadi bentrokan berdarah dan intervensi dari pasukan eksternal, termasuk kelompok Hizbullah Lebanon, milisi Iran dan lainnya.
Menurut PBB ratusan ribu warga Suriah telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi.