Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 November 2020•Update: 02 November 2020
Cindi Cook
PARIS
Seorang pendeta Ortodoks di Lyon terluka parah setelah ditembak pria bersenjata pada Sabtu sore di Kota Lyon, Prancis.
Menurut laporan media lokal francinfo, serangan itu terjadi saat pendeta sedang menutup gedung Gereja Ortodoks Yunani di Lyon sekitar pukul 4 sore waktu setempat.
"Dia diserang oleh seorang pria yang menembaknya dua kali," kata pejabat polisi seperti dikutip harian Prancis Le Figaro.
Pendeta itu ditembak dua kali di perut oleh pelaku yang dipersenjatai dengan senapan.
Ludovic Cassier, seorang perwakilan dari Satuan Polisi SGP, menggambarkan penyerang sebagai seorang individu ras Mediterania yang tingginya sekitar 1,9 m, mengenakan mantel hitam panjang dengan topi hitam dan terlihat menyembunyikan senapan dengan laras yang digergaji di bawah mantelnya.
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin telah mengeluarkan peringatan melalui Twitter bahwa polisi telah menutup area tersebut dan sedang memantau situasi.
"Sebuah peristiwa sedang berlangsung di sektor Jean-Mace. Pasukan keamanan dan penyelamat ada di sana. Sebuah perimeter keamanan telah dipasang. Hindari daerah itu dan ikuti instruksi dari pihak berwenang," kata Darmanin.