Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
26 Desember 2019•Update: 26 Desember 2019
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Bangkitnya gerakan sayap kanan sangat memengaruhi politik Eropa pada 2019, khususnya dalam pemilihan Parlemen Uni Eropa serta dalam jajak pendapat nasional dan lokal.
Keberhasilan yang paling menonjol dari partai-partai sayap kanan adalah dominasi mereka dalam pemilihan Parlemen Uni Eropa pada Mei di tiga dari empat negara terbesar UE berdasarkan jumlah penduduk: Prancis, Inggris dan Italia.
Di Prancis, kandidat Partai Barisan Nasional Marine Le Pen nyaris mengalahkan koalisi partai Presiden Emmanuel Macron dengan meraih 23 persen suara.
Di Inggris, yang sebentar lagi akan meninggalkan Uni Eropa, Partai Brexit pimpinan politisi populis Nigel Farage menang dengan 30 persen suara.
Sementara di Italia, Partai Liga Wakil pimpinan Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini mencetak kemenangan besar, menerima 34 persen suara, jauh lebih unggul dari Partai Demokrat yang menerima 22 persen suara.
Prestasi besar partai-partai Euroskeptis ini menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depan Uni Eropa.
Kebangkitan kelompok sayap kanan juga terlihat dalam pemilihan lain yang diadakan tahun ini.
Spanyol mengadakan dua pemilihan umum - satu pada April dan satu lagi pada November.
Partai sayap kanan Vox memperoleh 24 dari 350 kursi di parlemen pada pemilihan pertama dan 52 kursi pada pemilihan kedua, menjadikannya partai terbesar ketiga di Spanyol.
Sementara itu, di Jerman, pemilihan umum di Negara Bagian Thuringia pada Oktober mencerminkan peningkatan perolehan suara sayap kanan di negara berpenduduk paling padat di Uni Eropa itu.
Meskipun dimenangkan oleh partai Kiri, partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) berada di urutan kedua, memperoleh suara dua kali lipat dibandingkan pemilihan sebelumnya.
Di sisi lain, Persatuan Demokrat Kristen pimpinan Kanselir Angela Merkel menderita kekalahan telak, hanya mendapatkan 21,8 persen suara, turun 12 persen dari pemilihan sebelumnya.
Di Italia, selain kemenangannya dalam pemilihan Uni Eropa, politisi sayap kanan Salvini juga mencetak kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum Oktober di Umbria, wilayah yang dikuasai oleh kaum sayap kiri selama setengah abad.
Koalisi yang dipimpin oleh Salvini menerima 57 persen suara, sementara koalisi kiri-tengah mengumpulkan 37 persen suara.
Salvini juga jauh memimpin dalam berbagai survey untuk pemilihan umum Italia berikutnya.