Marıa Elısa Hospıta
11 Februari 2020•Update: 12 Februari 2020
Md. Kamruzzaman
DHAKA, Bangladesh
Setidaknya 13 pengungsi Rohingya meninggal dunia pada Selasa pagi setelah kapal mereka terbalik di dekat Pulau Saint Martin di Teluk Benggala.
"Semua korban jiwa adalah orang Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsi," kata kepala administrasi lokal Md. Kamal Hossain kepada Anadolu Agency.
Hossain mengatakan para korban sudah dibawa ke pantai terdekat, sementara penjaga pantai dan pasukan Angkatan Laut Bangladesh bersama-sama melakukan upaya penyelamatan.
"Kami berhasil menyelamatkan 63 orang, sebagian besar orang Rohingya," ungkap seorang penjaga pantai, yang menambahkan bahwa setidaknya 40 orang masih hilang,
Lebih dari satu juta pengungsi Rohingya saat ini tinggal di kamp-kamp darurat kumuh di Cox's Bazar, Bangladesh.
- Kaum yang paling teraniaya
Rohingya, yang disebut-sebut PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menderita sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.
Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melarikan diri ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar meluncurkan operasi militer ke kelompok minoritas pada Agustus 2017.
Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya dibunuh oleh pasukan Myanmar.
Dalam laporan berjudul "Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira" yang ditulis oleh Ontario International Development Agency (OIDA) mengungkapkan bahwa lebih dari 34.000 Rohingya dibakar hidup-hidup, sementara 114.000 lainnya disiksa.
Selain itu, 18.000 perempuan Rohingya diperkosa dan sebanyak 115.000 rumah dibakar.