Maria Elisa Hospita
18 Maret 2020•Update: 19 Maret 2020
Ayhan Şimşek
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel menjanjikan dukungan bagi para pengungsi di Provinsi Idlib, Suriah, dan menegaskan perlunya gencatan senjata yang berkelanjutan dan solusi politik untuk konflik di Suriah.
Usai mengikuti telewicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris Borris Johnson, Merkel mengungkapkan bahwa mereka membahas tentang perkembangan dan situasi kemanusiaan terkini di barat laut Suriah.
"Jerman telah mengalokasikan dana EUR25 juta [USD27,5 juta atau Rp398 miliar] dan ditambah 100 juta [USD110 juta] untuk bantuan kemanusiaan. Ini akan segera kami salurkan ke masyarakat," kata dia merujuk pada jutaan warga Suriah yang telantar di dekat perbatasan Turki karena digempur serangan rezim Bashar al-Assad dalam beberapa bulan terakhir.
Merkel pun mengapresiasi perjanjian yang dicapai antara Turki dan Rusia pada 5 Maret untuk mewujudkan gencatan senjata di Idlib.
"Kami sangat menyambut gencatan senjata sementara. Kami juga mendesak gencatan senjata berkelanjutan," kata dia lagi.
Menurut kanselir Jerman, dia dan ketiga rekan sejawatnya juga sudah membahas masalah migrasi dan perjanjian pengungsi Uni Eropa-Turki 2016.
"Kami sudah menyampaikan niat dan tawaran kami untuk memberikan dukungan finansial jika diperlukan," tambah Merkel.
Sementara itu, Turki mengkritik rekan-rekan Eropanya karena tidak mematuhi perjanjian tersebut.
Turki saat ini menampung sekitar 3,7 juta pengungsi Suriah, lebih banyak dari negara lainnya di dunia.