Dandy Koswaraputra
20 Oktober 2018•Update: 21 Oktober 2018
Moustafa Maged Haboosh dan Hamdi Yildiz
GAZA CITY
Setidaknya 130 warga Palestina terluka oleh tembakan tentara Israel selama protes Jumat di dekat perbatasan Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Seorang wartawan, empat staf medis dan 25 anak di bawah umur termasuk di antara mereka yang cedera dalam unjuk rasa tersebut, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Menurut kementerian itu, dua orang yang terluka berada dalam kondisi serius.
Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menempatkan jumlah yang terluka di 77.
Pada hari Jumat, tentara Israel meningkatkan kekuatan pasukannya di sepanjang zona penyangga di perbatasan Gaza untuk mengantisipasi protes hari Jumat.
Pada Kamis, Kabinet Keamanan Israel memerintahkan militer untuk meningkatkan responsnya terhadap demonstrasi yang sedang berlangsung di sepanjang zona penyangga.
Sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret, lebih dari 200 warga Palestina tewas di dekat zona penyangga - dan ribuan lainnya terluka - oleh tembakan tentara Israel.
Para pengunjuk rasa menuntut hak untuk kembali ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, dari mana mereka didorong pada tahun 1948 untuk membuka jalan bagi negara baru Israel.
Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan perekonomian enklave pesisir dan merampas lebih dari dua juta penduduk dari banyak komoditas dasar.