Erric Permana
05 Mei 2020•Update: 05 Mei 2020
JAKARTA
Indonesia mengajak para pemimpin negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) menyuarakan keringanan dan kewajiban pembayaran utang bagi negara berpendapatan rendah pada masa pandemi Covid-19.
Seruan ini merupakan salah satu dari tiga hal yang disuarakan Presiden Joko Widodo-- dalam pertemuan virtual Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GNB di Istana Bogor, Jawa Barat pada Senin malam.
Presiden Jokowi —panggilan Presiden Joko Widodo-- mengatakan penguatan kemitraan global bagi negara berkembang harus dilakukan untuk menyuarakan hal tersebut.
"Kita perlu suarakan dan perjuangkan komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan, keringanan utang, maupun kewajiban pembayaran utang dari official creditors dapat dialihkan untuk pembiayaan penanganan Covid-19,” kata Presiden Jokowi, pada Senin.
Dia juga mengatakan komitmen G-20 untuk penangguhan pembayaran utang bagi negara berpendapatan rendah perlu diimplementasikan.
Dua hal lain yang diminta Jokowi pada pertemuan G20 yakni perlunya memperkuat solidaritas politik dengan bekerja sama.
“GNB didirikan 59 tahun lalu untuk melawan musuh bersama imperialisme dan neokolonialisme. Saat ini musuh bersama kita adalah COVID-19,” kata dia.
Selain itu, negara GNB harus berjuang untuk mendapatkan akses berkeadilan dan tepat waktu terhadap obat-obatan dan vaksin Covid-19 dengan harga terjangkau.
Menurut Presiden, rezim paten dan hak kekayaan intelektual terkait obat dan vaksin dapat diterapkan secara fleksibel demi kemanusiaan.
Di akhir sambutannya, Presiden kembali menegaskan bahwa multilateralisme harus tetap menjadi landasan kerja sama internasional.
“Ke depan, negara berkembang harus berjuang memperbaiki tata kelola kesehatan global agar kita lebih siap menangani pandemi di masa depan,” ujar Presiden.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) khusus membahas penanganan Covid-19.
KTT GNB tahun 2020 ini diselenggarakan di Baku, Azerbaijan dan diawali oleh sambutan pembukaan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev selaku Ketua GNB.
Tema dari KTT GNB kali ini adalah “Bersatu Melawan Covid-19” dan diikuti oleh sebagian besar pemimpin negara GNB, dan sejumlah organisasi internasional maupun regional.
Adapun KTT GNB tahun ini bertepatan dengan momentum Peringatan 65 Tahun Dasasila Bandung pada tahun 2020 dan Perayaan 60 Tahun berdirinya GNB pada tahun 2021.
Hadir kepala negara dalam KTT tersebut Presiden Azerbaijan selaku Ketua GNB Ilham Aliyev, Presiden Sidang Umum PBB ke-74 Tijjani Muhammed Bande, Dirjen WHO Tedros Adhanom, Ketua Komisi Uni Afrika Mousa Faki Mahamat, Presiden Afghanistan Ashraf Gani, Presiden Algeria Abdelmadjid Tebboune, Presiden Kuba Miguel Diaz Canel, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Mauritius Mohamed Ould Ghazouani, Presiden Nicaragua Daniel Ortega.
Hadir pula Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa, Kepala Dewan Kedaulatan Sudan Abdel Fattah Abdelrahman Burhan, Presiden Togo Faure Essozimna Gnassingbe, Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow, Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa, dan Wakil Presiden Namibia Nangolo Mbumba.
Kepala pemerintahan yang hadir yaitu Perdana Menteri Belarusia Syarhey Rumas, Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed, Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Malaysia Muhyidin Yassin, Perdana Menteri Nepal Khadga Prasad Sharma Oil, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, dan Wakil Perdana Menteri Bahrain Mohammed bin Mubarak Al Khalifa.