Muhammad Abdullah Azzam
06 Desember 2018•Update: 07 Desember 2018
Cüneyt Karadağ
BERLIN
Wakil Pemerintah Federal Jerman untuk Kebijakan Hak Asasi Manusia dan Bantuan Kemanusiaan berkantor di Kementerian Luar Negeri, Barbel Kofler, mengatakan bahwa pihaknya khawatir dengan keadaan hak asasi manusia di China.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri, Kofler menyatakan pemerintah Jerman terkejut dengan berita-berita penahanan rakyat etnis Uyghur Turki di kamp-kamp di China, terutama di wilayah Xinjiang.
Kofler menekankan bahwa China tak mengizinkan dia untuk mengunjungi wilayah itu. "Saya ingin melihat dan menyaksikan sendiri situasi di sana,” tutur dia.
“Sayangnya, permintaan saya mengunjungi Xinjiang untuk berdialog ditolak. Namun, saya akan terus berusaha untuk pergi ke sana," lanjut dia.
Kofler mencatat pihaknya menemukan banyak laporan yang mengganggu, tentang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Human Rights Watch mengungkapkan bahwa pemerintah China melakukan pelanggaran hak asasi manusia secara sistematis terhadap muslim Uyghur di Daerah Otonomi Xinjiang.