Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman akan menjadi tuan rumah pertemuan internasional pada Rabu untuk mendukung upaya perdamaian PBB di Yaman, Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengumumkan.
"Setelah konsultasi dan perjanjian Stockholm, Jerman mengundang mitra internasional dan aktor kunci untuk mendukung upaya perdamaian PBB di Yaman," kata Maas dalam sebuah pernyataan pada Selasa.
Dia menggarisbawahi bahwa kesepakatan yang dicapai antara pihak-pihak yang berkonflik selama pembicaraan bulan lalu di Stockholm menawarkan peluang nyata untuk membuat kemajuan lebih lanjut.
“Kita harus berupaya untuk membuat dukungan komunitas internasional terhadap proses yang akan datang sekonstruktif dan sekuat mungkin. Ini termasuk memastikan bahwa kemajuan tidak terhambat oleh kurangnya dana atau proses administrasi yang panjang,” katanya.
Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths dan Koordinator Penduduk PBB di Yaman Lise Grande akan menghadiri konferensi tersebut bersama para pejabat lainnya, menurut Kementerian Luar Negeri Jerman.
Pada 13 Desember, perundingan damai Yaman yang diadakan di Swedia berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata di provinsi Al-Hudaydah.
Namun, pihak-pihak yang bertikai gagal menarik diri dari provinsi tersebut di tengah tuduhan melanggar kesepakatan.
Yaman masih dirundung kekerasan sejak tahun 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota Sanaa.