Oliver Towfigh Nia
06 Februari 2024•Update: 08 Februari 2024
BERLIN
Jerman dan Prancis menyampaikan keprihatinan mereka atas memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza, kata Perdana Menteri baru Prancis Gabriel Attal pada Senin setelah bertemu dengan Kanselir Olaf Scholz di Berlin.
“Selama pertukaran kami, kami juga sekali lagi menyatakan keprihatinan kami mengenai situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan jatuhnya banyak nyawa warga sipil di wilayah Palestina,” kata Attal pada konferensi pers bersama dengan Scholz.
“Saya ingin menegaskan kembali: Hukum internasional harus dihormati dan harus ada gencatan senjata kemanusiaan sehingga bantuan dapat tersedia bagi warga sipil. Solusi damai harus berdasarkan dua negara di mana masyarakat dapat hidup damai dan aman,” tambah dia.
Sementara itu, Kanselir Jerman Scholz mendesak “akses yang lebih baik terhadap bantuan kemanusiaan” bagi warga Gaza.
Kami menyerukan agar warga Palestina di Gaza memiliki akses yang lebih baik terhadap bantuan kemanusiaan dan penduduk sipil mendapatkan perlindungan yang lebih baik selama operasi militer.
“Saya bisa menjelaskannya kembali kepada Perdana Menteri Israel (Benjamin) Netanyahu dalam percakapan telepon sore ini,” kata Scholz.
Netanyahu juga memberikan informasi terbaru kepada kanselir “tentang situasi militer di Jalur Gaza dan di perbatasan Israel-Lebanon,” menurut juru bicara pemerintah Jerman Steffen Hebestreit.
“Dia menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk secara signifikan meningkatkan akses dan penyampaian bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Gaza. Situasi pasokan dan keamanan saat ini bagi penduduk sipil Palestina sangat mengkhawatirkan,” tambah Hebestreit.
Kanselir Jerman kembali menekankan bahwa “hanya solusi dua negara yang dinegosiasikan akan membuka prospek solusi berkelanjutan terhadap konflik Timur Tengah.”